← Semua artikel

1 Agustus 2026 · 4 menit baca

Bedanya Margin dan Markup, Mana yang Harus Dipakai?

Saat menentukan harga jual, dua istilah yang sering digunakan bergantian padahal berbeda adalah margin dan markup. Memahami perbedaannya penting karena keduanya menghasilkan harga jual yang berbeda meski persentasenya sama.

Markup: persentase dari biaya

Markup dihitung dari HPP (biaya produksi). Jika HPP suatu produk Rp 10.000 dan markup yang diinginkan 50%, maka harga jual menjadi Rp 15.000 (HPP ditambah 50% dari HPP itu sendiri).

Margin: persentase dari harga jual

Margin dihitung dari harga jual, bukan dari HPP. Jika ingin margin 50% dengan HPP Rp 10.000, harga jualnya justru menjadi Rp 20.000 — karena Rp 10.000 keuntungan harus sama dengan 50% dari harga jual akhir, bukan 50% dari HPP.

Kenapa ini penting dipahami

Perbedaan ini sering menyebabkan pelaku usaha keliru menghitung, terutama saat berpindah dari satu istilah ke istilah lain tanpa sadar. Selisihnya bisa membuat harga jual jauh lebih rendah dari yang seharusnya, yang berarti keuntungan riil lebih kecil dari yang direncanakan.

Mana yang sebaiknya dipakai

Tidak ada yang mutlak lebih benar — keduanya valid tergantung kebiasaan industri. Namun untuk usaha kecil yang baru mulai menghitung HPP, markup biasanya lebih mudah dipahami karena perhitungannya langsung dari biaya yang sudah diketahui. Yang terpenting adalah konsisten memakai satu metode dan memahami betul cara kerjanya, supaya tidak salah menetapkan harga akhir.

Kalkulator HPP di CuanKit menggunakan pendekatan markup — margin keuntungan dihitung sebagai tambahan persentase dari HPP — karena lebih intuitif untuk pelaku usaha yang baru mulai mencatat biaya produksinya secara rutin.

Sudah tahu HPP usaha Anda?

Coba hitung langsung dengan Kalkulator HPP, gratis dan tanpa perlu daftar.

Buka Kalkulator HPP