← Semua artikel

1 Agustus 2026 · 5 menit baca

Dampak Kenaikan Tarif Listrik ke Biaya Produksi UMKM, dan Cara Menghitungnya

Listrik adalah salah satu komponen biaya overhead yang paling sering diabaikan dalam perhitungan HPP, padahal untuk usaha yang menggunakan peralatan listrik secara intensif — seperti oven, mesin jahit, mesin cetak, atau kulkas pendingin — kenaikan tarif listrik bisa berdampak nyata ke margin keuntungan.

Kenapa listrik sering terlewat dari perhitungan

Tagihan listrik biasanya dibayar sebagai satu angka bulanan untuk seluruh rumah tangga atau tempat usaha, bukan per produk yang dihasilkan. Karena tidak terlihat langsung per unit produksi, banyak pelaku usaha kesulitan memasukkannya ke dalam HPP, dan akhirnya memilih untuk tidak menghitungnya sama sekali.

Cara sederhana mengalokasikan biaya listrik ke HPP

Cara paling praktis adalah memperkirakan proporsi penggunaan listrik untuk usaha dibanding total tagihan bulanan. Misalnya, jika total tagihan listrik bulanan Rp 300.000 dan diperkirakan 60% dipakai untuk kegiatan usaha, maka Rp 180.000 adalah biaya listrik usaha per bulan. Bagi angka ini dengan jumlah produksi dalam sebulan untuk mendapatkan alokasi biaya listrik per unit.

Contoh dampaknya ke HPP

Jika usaha memproduksi 300 unit produk dalam sebulan dengan alokasi biaya listrik Rp 180.000, maka tambahan biaya listrik per unit adalah Rp 600. Angka ini terlihat kecil per unit, tapi jika tarif listrik naik 20%, tambahan biaya per unit ikut naik menjadi Rp 720 — dan jika tidak disesuaikan ke harga jual, margin keuntungan otomatis tergerus di setiap unit yang terjual.

Kapan perlu menghitung ulang

Setiap kali ada pengumuman kenaikan tarif dasar listrik, atau saat penggunaan alat-alat listrik di usaha bertambah (misalnya membeli mesin baru), ini menjadi momen yang tepat untuk menghitung ulang alokasi biaya listrik ke HPP. Kebiasaan meninjau ulang komponen overhead secara berkala membantu memastikan harga jual tetap mencerminkan biaya produksi yang sebenarnya.

Bukan hanya listrik

Prinsip yang sama berlaku untuk biaya overhead lain yang sering terlewat: air, gas, sewa tempat, hingga penyusutan peralatan. Semua komponen ini kecil secara individual, tapi jika diakumulasikan dan tidak pernah dihitung ulang, selisihnya bisa signifikan terhadap keuntungan usaha dalam jangka panjang.

Sudah tahu HPP usaha Anda?

Coba hitung langsung dengan Kalkulator HPP, gratis dan tanpa perlu daftar.

Buka Kalkulator HPP